Kepsek SDN 1 Lajut Klarifikasi Penolakan Makanan Bergizi Gratis: GMPRI NTB: Antara Takut Dan Ada Tekanan
Warta Mataram – Belakangan ini, isu mengenai penolakan Makanan Bergizi Gratis (MBG) oleh sejumlah guru dan kepala sekolah di SDN 1 Lajut, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, menjadi perhatian publik. Video yang menunjukkan penolakan itu viral di berbagai platform, memperlihatkan ketidakpuasan mereka terhadap kualitas MBG yang disalurkan.
Setelah beberapa hari beredar, Kepala Sekolah SDN 1 Lajut memberikan klarifikasi yang menjelaskan bahwa pihaknya sebenarnya tidak pernah menolak fasilitas makanan tersebut. Pernyataan ini justru menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat, karena bertolak belakang dengan apa yang terlihat dalam video.
Ketua GMPRI NTB, Rindawanto Evendi yang akrab disapa Rindhot, mengungkapkan kekecewaannya terhadap tindakan kepala sekolah. Ia menilai bahwa klarifikasi yang diumumkan menunjukkan kurangnya komitmen dari pemimpin sekolah tersebut.
“Sungguh ironis, kepala sekolah ini seharusnya berani mengambil sikap. Apakah ia tertekan dari pihak lain atau takut kehilangan jabatannya?” tegas Rindhot saat diwawancarai media.
Rindhot berpendapat bahwa situasi ini mencerminkan kurangnya integritas dalam kepemimpinan pendidikan. Ia berharap, penyelesaian isu ini tidak hanya berhenti pada klarifikasi, tetapi diikuti dengan tindakan nyata untuk memastikan bahwa hak anak-anak atas makanan bergizi tidak terabaikan.
Dengan viralnya isu ini, diharapkan dapat memicu perhatian lebih terhadap kualitas layanan pendidikan dan makanan yang diterima oleh siswa, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
