Rupiah Melemah, Ekonom Nilai Tak Sepenuhnya Dipicu Faktor Global

22 May 2026 • 22:28 iMedia

WARTAMATARAM.COM – Ekonom Bank Permata, Joshua Pardede, menilai pelemahan rupiah tidak bisa semata-mata dikaitkan dengan kondisi global. Menurut dia, tekanan terhadap mata uang domestik juga menunjukkan adanya faktor dari dalam negeri yang perlu dicermati.

Joshua menjelaskan, rupiah melemah terhadap sejumlah mata uang utama di Asia, termasuk won Korea Selatan, yen Jepang, peso Filipina, dolar Hong Kong, hingga yuan China. Satu-satunya penguatan tercatat terhadap rupee India sebesar 0,8 persen.

“Yang paling dalam kita melemah terhadap Ringgit Malaysia (8 persen), lalu yang kedua terhadap Singapura Dolar (6,3 persen), yang berikutnya terhadap Hong Kong (5,2 persen), baru terhadap Yuan,” kata Joshua di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat, 22 Mei 2026.

Ia juga menyoroti pelemahan rupiah terhadap dolar AS yang mencapai 5,7 persen sepanjang tahun berjalan. Angka itu dinilai lebih dalam dibandingkan penguatan indeks dolar AS atau DXY yang hanya sekitar 0,9 persen secara year to date.

“Kalau kita lihat sebenarnya DXY penguatannya tidak banyak, hanya sekitar 0,9 persen. Tapi rupiah melemahnya hampir 5 persen lebih,” ujarnya.

Joshua meminta pemerintah tidak terus-menerus menjadikan faktor global sebagai alasan pelemahan kurs. Ia menegaskan, publik berhak mempertanyakan apakah ada persoalan domestik yang ikut memengaruhi nilai tukar.

“Jadi jangan terus menyalahkan global. Dan jangan marah-marah ketika wartawan menanyakan apakah ada masalah domestik,” tegasnya.

Meski begitu, Joshua mengakui ada faktor musiman yang turut menambah permintaan dolar AS pada kuartal II-2026. Salah satunya berasal dari pembayaran dividen perusahaan terbuka yang umumnya dilakukan pada Mei.

“Listed companies banyak yang bayar dividen di bulan Mei. Jadi wajar ada peningkatan permintaan dolar di kuartal kedua,” katanya.

Selain itu, kebutuhan valas juga meningkat seiring musim haji yang mendorong transaksi dalam mata uang asing.

Joshua pun mendorong penguatan penggunaan Local Currency Transaction (LCT) agar ketergantungan terhadap dolar AS dalam transaksi internasional dapat dikurangi.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya