FPI Tegaskan Tak Pasif, Habib Rizieq Sebut Sedang ‘Gelar Tikar’ Saat Situasi Politik Memanas

17 Apr 2026 • 08:42 iMedia

WARTAMATARAM.COM – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab menegaskan bahwa organisasinya tetap memegang prinsip amar makruf nahi munkar dan tidak berubah dalam sikap perjuangan.

Menurut Habib Rizieq, FPI tetap mendukung gerakan mahasiswa dan buruh selama perjuangan itu dilakukan untuk kepentingan yang benar dan tidak ditunggangi pihak tertentu.

“Pokoknya selama jalan mahasiswa, buruh, betul, bukan untuk kepentingan kelompok, kita dukung. Jadi maaf, bukan FPI berubah, bukan! FPI memang harus memperbaiki cara geraknya supaya tidak tertipu di tengah jalan,” kata Habib Rizieq dalam pernyataannya yang dikutip dari kanal YouTube Islamic Brotherhood Television, Jumat, 17 April 2026.

Ia juga mengingatkan agar perjuangan mahasiswa tidak disusupi pihak-pihak yang memiliki kepentingan lain.

“Saya nggak mau, adik-adik mahasiswa yang saya cintai, yang saya sayangi ditunggangi oleh orang-orang yang nggak jelas,” ujarnya.

Menanggapi anggapan bahwa FPI kini tampak lebih tenang dalam merespons situasi politik, Habib Rizieq menyebut organisasi itu bukan sedang melunak, melainkan sedang “gelar tikar” sambil mencermati keadaan.

“Bukan cooling down, emang lagi gelar tiker, lagi nonton. Nonton apa? Buaya sama buaya lagi ribut. Alhamdulillah,” ucapnya yang disambut tawa audiens.

Dalam kesempatan itu, Habib Rizieq juga menanggapi wacana desakan agar Presiden Prabowo Subianto mundur yang sempat disuarakan sejumlah pihak. Ia menilai aspirasi tersebut sah selama disampaikan dengan argumentasi yang kuat dan tidak memprovokasi.

“Ada tuntutan-tuntutan supaya presiden mengundurkan diri. Sah-sah saja. Silakan. Mahasiswa minta presiden mundur, silakan! Yang penting berikan argumentasi yang bagus supaya rakyat bisa memahami argumentasi tadi,” katanya.

Namun, ia mengingatkan agar mahasiswa berhati-hati terhadap provokator.

“Tapi hati-hati dengan provokator. Saya lihat sekarang ada pimpinan lembaga survei yang kemarin jadi termul. Sudahlah. Yang kemarin bela presiden yang lalu rezimnya abis-abisan. Jual angka, jual survei, tahu-tahu sekarang teriak-teriak mau kudeta, siapa yang percaya?” tandasnya.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya