Pengacara Blueray Cargo Ragukan Amplop Suap Kode 1 Benar-Benar Diterima Dirjen Bea Cukai

28 May 2026 • 22:27 iMedia

WARTAMATARAM.COM – Kuasa hukum PT Blueray Cargo, Dinalara Dermawati Butar-butar, meragukan amplop coklat bersandi “Kode 1” atau kode Sales 2-1 DIR benar-benar diterima Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama.

Amplop tersebut diketahui berisi uang S$213.600 atau sekitar Rp2,97 miliar, yang disebut sebagai salah satu penyerahan terakhir dari pihak Blueray Cargo dalam kasus dugaan suap terkait importasi barang.

“Kalau menurut saya bisa jadi tidak sampai. Karena berdasarkan kesaksian di persidangan, uang untuk nomor satu selalu lewat nomor dua. Apakah nomor dua menyerahkan ke nomor satu? Kita tidak tahu,” kata Dinalara di Bogor, Senin, 25 Mei 2026.

Yang dimaksud nomor dua adalah Rizal, Direktur Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea Cukai yang kini menjadi terdakwa. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut total suap yang diduga digelontorkan Blueray Cargo ke Ditjen Bea Cukai mencapai Rp61,3 miliar dalam bentuk dolar Singapura. Uang itu diserahkan dalam amplop sebanyak enam kali sejak Juli 2025 hingga Januari 2026.

Rizal disebut menerima amplop berkode 2-BR. Selain itu, amplop berkode 3-SS disebut untuk Kasubdit Intelijen Direktorat Penindakan dan Penyidikan, Sisprian Subiaksono; dan kode 4-OC untuk Kepala Seksi Intelijen Direktorat Penindakan dan Penyidikan, Orlando Hamonangan.

Sementara itu, amplop berkode FLD disebut sebagai suap untuk Kepala Seksi Dukungan Operasional Intelijen Bagian Data Penindakan dan Penyidikan, Valdi. Kode BY disebut untuk Kepala Seksi Intelijen Cukai Penindakan dan Penyidikan Budiman Bayu, kode HEN untuk Kepala Seksi Fasilitas Dit Hendi, dan kode ITL untuk uang kas Seksi Intelijen Direktorat Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea Cukai.

Dinalara juga menyebut amplop suap yang disiapkan tiga pimpinan Blueray Cargo, yakni John Field, Dedy Kurniawan Sukolo, dan Andri, tidak pernah diserahkan langsung kepada Djaka Budhi Utama. Menurutnya, amplop itu dititipkan kepada Orlando Hamonangan.

“Klien saya tidak pernah berhubungan langsung dengan nomor 1 (Dirjen Bea Cukai). Nomor HP juga tidak tahu. Berkomunikasi pun tidak pernah,” ujarnya.

Ia menambahkan, daftar penerima suap lengkap dengan kodenya berasal dari pihak Bea Cukai. Adapun tiga pimpinan Blueray Cargo hanya menyiapkan amplop sesuai daftar yang diberikan.

“Keterlibatan pimpinan tertinggi Bea Cukai tidak pernah secara tegas terungkap di persidangan. Saksi dari pihak Bea Cukai mengaku daftar penerima amplop diperoleh dari atasannya. Dan saat ditanya siapa pimpinannya, dia menyebut dua orang yang sekarang jadi tersangka,” kata Dinalara.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya