OTT KPK di Kuansing Diduga Bocor, Land Cruiser Disembunyikan hingga Amplop Dikembalikan

WARTAMATARAM.COM – Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby, diduga lebih dulu terendus oleh pihak yang menjadi target. Informasi kebocoran itu disebut melibatkan unsur internal dan eksternal KPK.

Berdasarkan informasi yang diterima redaksi, penyelidikan yang telah berjalan sekitar satu bulan sebelum OTT pada 29 Juni 2026 diduga sudah diketahui pihak terkait. Kebocoran itu disebut bermula dari internal KPK atas perintah pihak eksternal. Bahkan, pihak internal KPK itu diduga ikut terlibat saat operasi berlangsung, sehingga Suhardiman sempat lolos dari penangkapan, meski akhirnya menyerahkan diri.

Awalnya, KPK disebut hendak membidik pihak lain yang terkait perkara kawasan hutan. Namun, karena informasi lebih dulu bocor, penanganan kasus kemudian mengerucut pada dugaan suap jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kuansing.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, membantah adanya kebocoran dari internal lembaganya. Menurut dia, dugaan tersebut tidak benar.

"Itu info tidak benar, bisa saja dari mereka menduga-duga saja," kata Taufik kepada RMOL, Senin (6/7/2026).

Sebelumnya, dalam konferensi pers hasil OTT, Taufik menjelaskan penyelidikan dimulai setelah KPK menerima laporan masyarakat. Ia menyebut surat perintah penyelidikan sudah berjalan sekitar satu bulan sebelum operasi dilakukan.

"Surat perintah penyelidikannya sebenarnya laporannya sudah ada sekitar satu bulanan ya, hingga kemudian itu memang antara merasa atau memang pihak Bupati mengetahui sendiri langsung, itu yang masih didalami nanti seperti apa," ujar Taufik di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Taufik juga mengisyaratkan kemungkinan kebocoran berasal dari luar KPK. Saat tim bergerak pada 29 Juni 2026, Suhardiman dan Zulkarnain (ZKN) selaku Sekda Kuansing tidak berada di lokasi yang dicari petugas.

Tim KPK sempat mencari keduanya di rumah dinas bupati, kantor Pemkab Kuansing, hingga sejumlah lokasi lain di Kuansing dan Pekanbaru. Namun, keduanya tidak ditemukan.

"Tim tidak menemukan posisi yang bersangkutan. Dan kemudian diduga memang sudah ke luar dari Kabupaten Kuansing," kata Achmad.

KPK juga memperoleh informasi adanya pihak yang menjemput Suhardiman dan Zulkarnain. Namun, penyidik saat itu memilih memfokuskan upaya pencarian terhadap kedua target operasi tersebut.

"Bahwa ada informasi pihak yang menjemput, itu juga sudah diketahui oleh tim. Tetapi kita fokus pada saat itu mencari keberadaan SA dan ZKN," ujarnya.

Dalam perkembangan lain, Taufik menyebut Suhardiman diduga berupaya mengamankan barang bukti berupa Toyota Land Cruiser 300 GR-S yang diduga berkaitan dengan suap pengisian jabatan Sekda.

"Untuk upaya-upaya Bupati kemudian ketika mengetahui ada tim yang memantau, itu kemudian pihak Bupati melakukan pengamanan dengan mendatangi showroom. Pihak showroom untuk menghilangkan jejak-jejak keberadaan mobil," ungkapnya.

Sebelumnya, KPK mengungkap adanya upaya menyembunyikan mobil tersebut dengan menjualnya ke showroom milik Suwito (SW).

Di sisi lain, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni juga sempat mengakui bahwa Suhardiman pernah menemuinya di kantor Kementerian Kehutanan pada 2 Juni 2026. Pengakuan itu disampaikan setelah dalam konstruksi perkara KPK terungkap adanya perkara lain yang turut diusut berkaitan dengan Kemenhut.

Dalam pertemuan itu, Suhardiman disebut meninggalkan sebuah amplop yang baru disadari Raja Juli setelah pertemuan berakhir.

"Dalam audiensi itu, ternyata Bapak Bupati Kuansing meninggalkan amplop yang ditutup dengan map. Ketika beliau pergi, saya baru sadar, dan saya langsung meminta ajudan saya untuk mengembalikan amplop tersebut. Saya tidak tahu isinya apa, tapi saya merasa tidak memiliki hak terhadap amplop tersebut," kata Raja Juli, Jumat (3/7/2026).

Amplop itu kemudian dikembalikan oleh ajudan Raja Juli kepada Suhardiman pada 12 Juni 2026, atau 17 hari sebelum KPK menggelar OTT.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya