Dua Kerbau Kurban di Kudus Dilumpuhkan Polisi karena Mengamuk saat Hendak Disembelih

29 May 2026 • 11:10 iMedia

WARTAMATARAM.COM – Dua dari empat ekor kerbau kurban di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terpaksa dilumpuhkan polisi karena mengamuk dan berpotensi membahayakan warga saat hendak disembelih pada perayaan Idul Adha.

Wakapolres Kudus Kompol Rendi Johan Prasetyo mengatakan, dua kerbau tersebut dilumpuhkan menggunakan senjata organik Polri atas permintaan warga. Peristiwa itu terjadi di wilayah Klaling dan Tanjungrejo Kecamatan Jekulo, Purwosari Kecamatan Kota, serta Sempalan Kecamatan Jati.

“Dua ekor kerbau terpaksa dilumpuhkan menggunakan timah panas karena berpotensi membahayakan warga,” ujar Rendi di Kudus, Kamis (28/5/2026).

Ia menjelaskan, selama pelaksanaan pemotongan hewan kurban pada 10 dan 11 Dzulhijjah, polisi bersiaga menerima laporan masyarakat melalui layanan call center 110 apabila ada hewan kurban yang lepas kendali.

Dari empat laporan yang diterima, dua kerbau berhasil dilumpuhkan, sedangkan dua lainnya masih bisa dikendalikan panitia kurban.

Salah satu kejadian terjadi saat kerbau kurban milik Masjid Purwosari dilepas dari mobil pikap pada Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Tali pegangan terlepas sehingga hewan itu berlari liar dan akhirnya harus dilumpuhkan karena dinilai membahayakan warga sekitar.

Menurut Rendi, peristiwa tersebut bersifat insidental mengingat ratusan masjid dan musala di sembilan kecamatan di Kudus juga melaksanakan penyembelihan hewan kurban.

“Kalau kami boleh memberi masukan, mungkin tahun depan panitia bisa lebih baik lagi dalam mempersiapkan proses pemotongan hewan kurban agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan dengan mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan atau siskamling.

Sementara itu, seekor kerbau kurban yang lepas di Kecamatan Jati sempat menyeruduk dua pengendara sepeda motor sebelum akhirnya berhasil dilumpuhkan petugas.

Kapolsek Jati AKP Hadi Noor Cahyo menjelaskan, peristiwa bermula saat kerbau tiba di Masjid Purwosari pada Rabu (27/5/2026) pukul 16.30 WIB menggunakan mobil pikap. Saat hendak diturunkan, tali pegangan terlepas dan hewan tersebut langsung kabur.

Kerbau itu kemudian berlari melewati Desa Pasuruan Lor, Pasuruan Kidul, hingga kawasan Jalan Lingkar Kudus. Dalam pelariannya, hewan tersebut menyeruduk dua pengendara motor dan menyebabkan satu panitia kurban mengalami luka lecet ketika berusaha mengamankan hewan itu.

Petugas gabungan bersama panitia akhirnya mengejar kerbau tersebut agar tidak masuk ke permukiman maupun jalan raya yang ramai kendaraan. Hewan itu kemudian ditemukan di area semak-semak menuju Desa Goleng, Kecamatan Jati.

Karena kondisi kerbau sangat agresif dan sulit dikendalikan, petugas memutuskan melakukan pelumpuhan demi keselamatan warga. Setelah melemah, kerbau langsung diikat dan kemudian disembelih di lokasi sebelum dievakuasi ke Masjid Purwosari sekitar pukul 20.00 WIB.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya