Harga Emas Turun ke Level Terendah Sejak Akhir Maret
WARTAMATARAM.COM – Harga emas melemah lebih dari 1 persen pada penutupan perdagangan Selasa, 19 Mei 2026, dan menyentuh level terendah sejak akhir Maret lalu.
Di pasar spot, harga emas turun 1,4 persen menjadi 4.503,98 dolar AS per ons. Sementara itu, emas berjangka AS kontrak Juni ditutup melemah 1 persen ke level 4.511,20 dolar AS per ons.
Tekanan terhadap emas dipicu oleh menguatnya indeks dolar AS (DXY) serta tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun. Kondisi ini membuat emas kurang menarik di mata investor karena logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil bunga.
Selain itu, kenaikan harga minyak mentah Brent turut memicu kekhawatiran atas inflasi energi global. Pasar kemudian memperkirakan bank sentral utama dunia, terutama Federal Reserve, akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama sepanjang 2026, bahkan kemungkinan menaikkannya kembali di akhir tahun.
Prospek suku bunga yang ketat umumnya menguntungkan dolar AS dan obligasi, tetapi menjadi beban bagi emas karena meningkatkan biaya peluang dalam memegang aset tanpa imbal hasil.
Meski tekanan jangka pendek masih kuat, sejumlah analis menilai prospek jangka panjang emas tetap solid, terutama jika bank-bank sentral kembali meningkatkan pembelian emas setelah tekanan inflasi energi mereda.
Pelaku pasar saat ini menunggu rilis risalah rapat kebijakan moneter The Fed pada Rabu malam untuk memperoleh petunjuk arah suku bunga berikutnya.
Koreksi juga terjadi pada logam mulia lain. Harga perak spot anjlok 4,1 persen ke 74,53 dolar AS per ons, platinum turun 2,2 persen, dan paladium merosot 4,2 persen.
Untuk jangka panjang, JP Morgan memperkirakan platinum masih berpotensi naik hingga 2.400 dolar AS per ons pada kuartal keempat 2026, sementara paladium diproyeksikan berada di kisaran 1.600 dolar AS per ons.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
