PHE Sokong 65 Persen Produksi Minyak Nasional di IPA Convex 2026

22 May 2026 • 22:26 iMedia

WARTAMATARAM.COM – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) memaparkan strategi ganda atau dual growth strategy untuk mendorong peningkatan produksi minyak dan gas bumi domestik sekaligus mempercepat transisi energi rendah karbon.

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Manajemen Risiko PHE, Whisnu Bahriansyah, saat menerima kunjungan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung di booth PHE dalam ajang The 50th IPA Convention and Exhibition (Convex) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Rabu (20/5/2026).

Dalam kesempatan itu, Whisnu menjelaskan bahwa PHE saat ini memegang peran penting dalam ketahanan energi nasional. Perseroan berkontribusi 65 persen terhadap produksi minyak nasional, 37 persen terhadap pasokan gas bumi domestik, serta mengoperasikan 27 persen blok migas di Indonesia.

“Sepanjang operasional tahun 2025, PHE mencatat produksi minyak sebesar 556 ribu barel per hari (MBOPD) dan produksi gas 2,75 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD),” ujar Whisnu.

Menurut dia, capaian tersebut ditopang oleh aktivitas hulu yang agresif, mulai dari 887 pengeboran sumur pengembangan, 37.266 kegiatan well service, hingga 1.288 pekerjaan workover.

Whisnu menegaskan, peningkatan operasional tersebut tetap dijalankan dengan memperhatikan mitigasi risiko jangka panjang di tengah perubahan arah industri energi global. PHE, katanya, menjaga keseimbangan antara penguatan bisnis inti migas dan pengembangan bisnis rendah karbon.

“Melalui pendekatan manajemen risiko yang adaptif dan terintegrasi, kami memastikan setiap langkah transformasi perusahaan tetap mendukung ketahanan energi nasional,” kata dia.

Di sisi lingkungan, PHE juga mempertahankan peringkat MSCI ESG “BBB” serta berhasil menekan emisi karbon hingga 1.619.564 ton CO2e.

Untuk mendukung teknologi hijau, PHE tengah menyiapkan proyek Carbon Capture & Storage (CCS) dan Carbon Capture, Utilization & Storage (CCUS) dengan target kapasitas penyimpanan mencapai 7,3 gigaton hingga 2030. Salah satu fokus pengembangan diarahkan ke proyek CCS Asri Basin yang memiliki potensi penyimpanan karbon hingga 2,9 gigaton.

Sejumlah capaian operasional pada 2024-2025 juga dipaparkan, antara lain dimulainya proyek injeksi CO2 Sukowati yang berpotensi menambah produksi minyak hingga 19,2 juta barel, penemuan sumber daya 2C di Blok Tedong sebesar 108,05 juta barel setara minyak (BOE), serta penerapan teknologi multi stage fracturing di sumur horizontal Kotabatak.

PHE juga merealisasikan proyek steamflood untuk Enhanced Oil Recovery (EOR) di North Duri A14, mengalirkan produksi awal 3.200 BOPD di Greenfield Akasia, serta meningkatkan produksi Lapangan Sisi Nubi hingga mencapai 70 MMSCFD.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya