Menkeu Purbaya Tanggapi Isu Resesi Ekonomi Indonesia

17 Mar 2026 • 12:32 iMedia

Warta Mataram – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan tanggapan terkait anggapan bahwa perekonomian Indonesia telah memasuki fase resesi. Dalam pernyataannya di Kantor Kemenko Perekonomian Jakarta Pusat pada Senin (16/3), ia mengatakan bahwa banyak informasi yang salah beredar di media sosial, terutama platform TikTok, di mana beberapa individu yang menyebut diri mereka sebagai ekonom mengklaim kondisi ekonomi Indonesia sedang buruk.

“Saat ini banyak ‘noise’ yang menyatakan ekonomi kita sudah resesi,” ungkap Purbaya. Ia menyarankan agar masyarakat tidak terpengaruh oleh informasi tidak akurat dan lebih baik merujuk pada data yang valid. “Coba lihat data yang benar, belajarlah dengan baik,” tegasnya.

Menanggapi kondisi ekonomi yang dipersoalkan, Purbaya menegaskan pemerintah selalu siap untuk melakukan perbaikan jika diperlukan. Namun, menurutnya saat ini perekonomian Indonesia dalam keadaan yang cukup baik, sehingga tidak jelas bagian mana yang dikatakan bermasalah. “Mereka hanya menciptakan sensasi negatif, mungkin karena ketidakpuasan pribadi seperti terlambat membeli saham,” ujarnya.

Terkait pertanyaan mengapa tidak mengajak para ekonom tersebut untuk berdiskusi, nada suara Purbaya meningkat, menunjukkan ketidakpuasannya. Ia berpendapat bahwa tidak ada gunanya berdebat dengan mereka yang dianggap tidak memiliki latar belakang ekonomi yang memadai. “Debat dengan orang yang tidak pernah belajar ekonomi? Hanya membuang waktu,” jelas Purbaya.

Lebih lanjut, Purbaya mengacu pada data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 mencapai 5,39 persen, dan diprediksi akan meningkat menjadi sekitar 5,5 persen pada kuartal I 2026. “Data ini bukan karangan saya, tetapi informasi resmi dari BPS,” tambahnya.

Selain data BPS, ia juga menyebutkan sejumlah indikator lain, seperti indeks keyakinan konsumen yang kuat menurut Bank Indonesia dan peningkatan penjualan mobil yang tumbuh sekitar 7 persen setelah periode kontraksi. Indikator-indikator tersebut menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia masih dalam kondisi yang sehat.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya