Gubernur NTB Dorong Penguatan Ekonomi Desa Melalui Koperasi

03 Mar 2026 • 09:05 iMedia

Warta Mataram – Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan dukungannya untuk pengembangan ekonomi di tingkat desa. Hal ini disampaikannya dalam pertemuan dengan pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih Melayu Asakota, Kota Bima, pada Senin (2/3).

Dalam arahannya, Gubernur Iqbal menekankan pentingnya pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan teknologi dan penyusunan rencana bisnis untuk koperasi serta unit usaha desa. Dengan langkah ini, diharapkan koperasi dan usaha desa dapat beroperasi secara optimal. Selain itu, pendampingan akan diberikan untuk memfasilitasi akses permodalan melalui perbankan.

“Kami akan membantu menyusun rencana bisnis agar dapat mengakses pinjaman perbankan. Yang terpenting adalah koperasi ini memiliki kegiatan usaha yang jelas, bukan sekadar memiliki gerai,” tegasnya.

Gubernur Iqbal juga mencatat bahwa seringkali rantai distribusi hasil pertanian terlalu panjang, membuat petani tidak mendapatkan keuntungan yang maksimal. Hasil panen dari petani biasa berpindah tangan melalui banyak perantara sebelum sampai ke pasar, yang berdampak pada rendahnya nilai tukar petani.

Dirinya menjelaskan bahwa konsep koperasi yang diperkenalkan oleh pemerintah bertujuan untuk memotong rantai distribusi tersebut. Dengan koperasi, petani dapat menjual langsung hasil produksi ke pasar, yang memungkinkan mereka memiliki posisi tawar lebih kuat dalam menentukan harga.

“Jika koperasi bisa konsolidasi dengan baik, mereka akan memiliki kemampuan untuk menentukan harga. Ini akan meningkatkan nilai tukar petani serta menarik perhatian generasi muda untuk kembali terlibat dalam sektor pertanian,” ungkapnya.

Gubernur juga mendorong pengembangan usaha produktif di desa, seperti peternakan ayam petelur dan budidaya hortikultura dengan sistem rumah kaca. Usaha ini dinilai mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal dan mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah.

Ia memberikan contoh bahwa melalui pengelolaan bersama kandang ayam, desa dapat memproduksi ribuan butir telur setiap minggunya yang dipasarkan melalui koperasi. Budidaya cabai dan sayuran juga dapat memenuhi permintaan tinggi di masyarakat.

“Hingga saat ini, sejumlah besar kebutuhan pangan NTB masih bergantung pada pasokan dari luar daerah. Oleh karena itu, memperkuat ekosistem produksi lokal adalah langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga,” kata Gubernur Iqbal.

Pada kesempatan itu, Gubernur juga menyerahkan bantuan sarana dan prasarana kepada Koperasi Kelurahan Merah Putih Melayu Asakota, sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah dalam mempercepat operasional dan pengembangan bisnis koperasi di desa.

Dirinya menegaskan bahwa penguatan ekonomi di desa bukan hanya soal politik, tetapi juga merupakan aksi nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Jika itu soal politik, kita bicarakan di tempat yang tepat. Namun urusan ekonomi masyarakat adalah hal yang harus kita lakukan bersama,” tutupnya.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya